ASTINDO Sulteng Gelar Rakerda I, Susun Cetak Biru Pariwisata Berkelanjutan

 


MEDIA KAILI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Sulawesi Tengah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I dengan mengusung tema "Bersinergi, Berinovasi, Berkarya, Membangun Pariwisata Sulawesi Tengah yang Berkelanjutan", Sabtu (18/7/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Horse Stable Café, Kawasan Wisata Berkuda Petobo, Kota Palu, sejak pukul 08.30 hingga 16.00 WITA tersebut menjadi forum strategis bagi pelaku usaha perjalanan wisata untuk menyusun arah kebijakan organisasi selama lima tahun mendatang.


Ketua DPD ASTINDO Sulawesi Tengah, Budi Papeo, mengatakan sektor pariwisata di Sulawesi Tengah saat ini berada pada fase perkembangan yang cukup signifikan. Menurutnya, peningkatan infrastruktur transportasi, termasuk status internasional Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, serta promosi berbagai destinasi alam dan cagar budaya menjadi peluang besar bagi pertumbuhan industri pariwisata daerah.


Namun demikian, kata Budi, peluang tersebut juga diiringi sejumlah tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha perjalanan wisata, mulai dari peningkatan kualitas layanan, adaptasi terhadap teknologi digital, hingga maraknya aktivitas operator wisata ilegal.


"Untuk menjawab tantangan tersebut, ASTINDO Sulawesi Tengah menyelaraskan langkah organisasi dengan arah kebijakan pemerintah daerah melalui program Berani Harmoni. Kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem pariwisata yang sehat, terintegrasi, dan berkelanjutan sekaligus memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada pelaku usaha lokal," ujarnya.


Budi menjelaskan, penyelenggaraan Rakerda I merupakan amanat organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ASTINDO. Forum tersebut diharapkan menjadi cetak biru (blue print) organisasi dalam menjalankan program kerja selama lima tahun ke depan.


"Melalui forum ini, seluruh gagasan strategis dirumuskan bersama untuk menghasilkan rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah maupun para pemangku kepentingan di sektor pariwisata," katanya.



Selain menyusun rencana kerja lima tahunan, Rakerda I juga bertujuan menyinergikan program organisasi dengan kebijakan pemerintah daerah melalui Program Berani Harmoni, merumuskan rekomendasi resmi kepada pemerintah dan mitra industri, serta memperkuat konsolidasi internal pelaku usaha perjalanan wisata di Sulawesi Tengah.


Budi berharap Rakerda I mampu menghasilkan sejumlah dokumen strategis yang menjadi acuan pengembangan organisasi dan industri pariwisata di daerah.


Beberapa rekomendasi yang dihasilkan antara lain penyusunan Dokumen Cetak Biru Program Kerja ASTINDO Sulawesi Tengah periode lima tahun, usulan pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Pariwisata, pengadaan Tourist Information Center yang dikelola ASTINDO di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, kemitraan strategis dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mengutamakan anggota resmi ASTINDO, serta mendorong regulasi penertiban operator travel ilegal di Sulawesi Tengah.


Rakerda I diikuti sebanyak 20 peserta yang terdiri atas pelaku usaha pariwisata, pemilik biro perjalanan wisata, pengurus daerah, serta dewan pengawas ASTINDO Sulawesi Tengah.


Pelaksanaan rapat kerja dibagi ke dalam tiga tahapan, yakni Sidang Pleno I yang membahas materi utama, sinkronisasi program pemerintah, dan isu-isu strategis organisasi; Sidang Komisi yang membagi peserta ke dalam komisi internal dan eksternal guna menyusun program kerja dan rekomendasi secara lebih mendalam; serta Sidang Pleno II atau Paripurna yang mengesahkan hasil pembahasan dan rekomendasi sebagai keputusan bersama.


Melalui Rakerda I ini, ASTINDO Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara pelaku industri pariwisata dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan sektor pariwisata yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.





Penulis: Azwar Anas

Lebih baru Lebih lama