MEDIA KAILI – Panggung Java Jazz Festival mencapai puncak magisnya pada malam penutupan. Sebuah kolaborasi lintas generasi dan budaya bertajuk "Jazz Etnik" yang dimotori oleh drummer legendaris Gilang Ramadhan bersama grup Motra, sukses menghipnotis ribuan pasang mata yang memadati area festival.
Tidak tanggung-tanggung, pertunjukan pamungkas ini juga menggandeng maestro gitar Bali, I Dewa Budjana (atau akrab disapa Balawan dengan teknik touch-tapping-nya), serta diva jazz bersuara emas, Trie Utami.
Sinergi Jazz Modern dan Musisi Tradisi Daerah
Yang membuat penampilan malam itu begitu membekas adalah komitmen Gilang Ramadhan dalam mengangkat kekayaan lokal. Di atas panggung, Gilang tidak hanya bermain dengan formasi band modern, melainkan berkolaborasi intim dengan para musisi tradisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Perpaduan antara ketukan drum Gilang yang bertenaga, petikan gitar ganda Balawan yang melodius, sentuhan vokal Trie Utami yang teatrikal, serta tiupan suling dan tabuhan instrumen tradisional melahirkan sebuah simfoni world music yang megah. Karakter kuat dari pakaian adat dan kain tenun khas nusantara yang dikenakan para penampil di atas panggung semakin memperkuat identitas budaya yang mereka usung.
Seperti yang terlihat pada dokumentasi foto, riuh rendah tepuk tangan penonton mengiringi para musisi saat mereka berdiri bersama di akhir sesi. Senyum kepuasan terpancar dari wajah Gilang Ramadhan, Trie Utami, Balawan, serta seluruh musisi tradisi daerah yang terlibat, menandakan keberhasilan mereka menyatukan keberagaman Indonesia dalam satu harmoni jazz yang universal.
"Musik tradisi kita memiliki ritme yang sangat kaya. Ketika dikawinkan dengan kebebasan musik jazz, hasilnya adalah sebuah ledakan energi yang tidak ada duanya di dunia," ujar salah satu kritikus musik yang hadir malam itu.
Pertunjukan ini menjadi pembuktian bahwa festival internasional seperti Java Jazz tidak hanya menjadi ruang bagi musisi barat, tetapi juga menjadi etalase terhormat bagi kelestarian dan modernisasi musik tradisi Indonesia. Malam penutupan pun berakhir dengan standing ovation panjang dari para pencinta musik yang hadir.
Penulis: Smith Lalove

Posting Komentar