Palu Tembus Pasar Global, Penerbangan Langsung Guangzhou Segera Beroperasi



MEDIA KAILI – Kota Palu dijadwalkan membuka rute penerbangan internasional langsung pada 17 April 2026. Pesawat dari Guangzhou, Tiongkok, akan mendarat perdana di Bandara Mutiara SIS Aljufri, menandai babak baru konektivitas udara Sulawesi Tengah ke pasar global.


Pembukaan rute langsung Guangzhou–Palu tersebut disambut positif Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Sulawesi Tengah. Para pelaku industri perjalanan menilai konektivitas internasional ini sebagai peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini lebih banyak ditopang jalur domestik.


Ketua ASTINDO Sulawesi Tengah, Budhy Papeo, menyebut penerbangan langsung ini sebagai tonggak penting bagi pengembangan sektor pariwisata dan investasi di daerah.


“Ini adalah tonggak sejarah. Konektivitas langsung dengan pasar internasional, khususnya Tiongkok, akan memberikan dampak domino yang signifikan,” ujarnya kepada media ini.


Menurut Budhy, keterbatasan akses selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan pariwisata Sulawesi Tengah. Dengan adanya penerbangan langsung, waktu tempuh wisatawan dan pelaku usaha dari luar negeri dapat dipangkas, sehingga berpotensi mempercepat pertumbuhan sektor perdagangan, investasi, pariwisata, hingga ekonomi kreatif di Palu dan sekitarnya.


Meski demikian, ASTINDO menilai peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur serta peningkatan kualitas layanan. Wisatawan mancanegara, kata dia, memiliki ekspektasi tinggi terhadap standar pelayanan.


“Ini menjadi motivasi bagi seluruh travel agent untuk meningkatkan profesionalisme. Kami harus siap menyambut pasar global dengan standar layanan internasional,” katanya.


ASTINDO juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, maskapai, serta pelaku industri pariwisata guna menjaga keberlanjutan rute tersebut. Promosi destinasi yang masif serta kemudahan regulasi bagi wisatawan dinilai menjadi faktor kunci agar rute internasional ini tidak sekadar menjadi euforia sesaat.


Sebagai mitra strategis pemerintah, ASTINDO Sulawesi Tengah menyatakan komitmennya untuk aktif mempromosikan destinasi unggulan daerah ke pasar internasional, seiring dimulainya era baru konektivitas global melalui Bandara Mutiara SIS Aljufri.


Selain itu, Langkah pembukaan rute internasional tersebut dinilai sejalan dengan arahan Presiden untuk memperluas dan memeratakan pintu gerbang internasional di wilayah Indonesia bagian timur. Secara regulasi, penetapan status internasional itu mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2025, yang diperkuat dengan terbitnya Aeronautical Information Publication (AIP) per 22 Januari 2025.


Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah Dra.  Diah Agustiningsih, M. pd, menegaskan pihaknya akan mendorong optimalisasi promosi dan pembenahan destinasi agar siap menerima wisatawan mancanegara.


“Dinas Pariwisata akan kami genjot agar seluruh potensi wisata dikenal dan siap menerima turis mancanegara,” ujarnya.


Ia menambahkan, kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan rute internasional tersebut. Menurutnya, tanpa sinergi yang solid, potensi besar dari penerbangan langsung Guangzhou–Palu berisiko tidak termanfaatkan secara maksimal.


“Dengan penetapan status internasional di Bandara Mutiara SIS Aljufri, Sulawesi Tengah diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai gerbang utama Indonesia bagian tengah dalam arus investasi, perdagangan, dan pariwisata global", tutupnya


ASTINDO dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmen bersama untuk memastikan rute Guangzhou–Palu tidak hanya menjadi euforia sesaat. Sinergi antara promosi destinasi, kesiapan infrastruktur pendukung, serta kemudahan regulasi bagi wisatawan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan rute internasional tersebut.





Penulis: Smieth Lalove


Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama