Menuju Event Budaya Kelas Dunia, Desa Vayu Siap Menggebrak Harmoni Budaya Kaili 2026


MEDIA KAILI
– Persiapan pelaksanaan Harmoni Budaya Kaili perdana memasuki tahap lanjutan. Dalam kunjungan survei kedua di Desa Vayu, Sabtu, (1/2/2026), Ketua Yayasan Bulava Nusantara Permai sekaligus Ketua Panitia, Ince Rahma Borahima, S.Sos., memastikan desa tersebut dinilai layak menjadi pusat kegiatan festival yang dijadwalkan berlangsung pada 5–7 Juni 2026 mendatang.


Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, Tim Survei dan Kurator Festival memberikan rekomendasi penuh terhadap kelayakan Desa Vayu. Penilaian tersebut didasarkan pada kuatnya integrasi antara nilai budaya Kaili dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Sejumlah agenda ramah lingkungan akan mewarnai kegiatan, di antaranya aksi penanaman pohon serta pembagian bibit gratis kepada pengunjung dan masyarakat.


“Event ini bukan sekadar panggung seni, tetapi juga gerakan hijau. Kurator melihat potensi besar Desa Vayu untuk menyatukan napas budaya Kaili dengan semangat konservasi global,” ujar Ince Rahma Borahima, yang akrab disapa Ole.


Ole menegaskan, keberhasilan Harmoni Budaya Kaili sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat lokal. Desa Vayu diposisikan sebagai pintu gerbang utama kawasan festival, sehingga keterlibatan pemuda setempat akan menjadi prioritas panitia.


“Kami ingin ada transfer pengalaman. Pemuda Desa Vayu tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung sebagai pelaksana. Harapannya, mereka mampu melanjutkan konsep ini secara mandiri di masa mendatang,” tambahnya.


Meski demikian, Ole mengingatkan adanya kendala infrastruktur yang perlu segera dibenahi. Yayasan Bulava Nusantara Permai mendorong pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan jalan serta pembersihan belukar yang mempersempit akses menuju lokasi Paralayang Vayu. Infrastruktur yang memadai dinilai krusial, mengingat kawasan tersebut diproyeksikan menerima tamu skala nasional hingga internasional.


Selain sebagai ajang budaya, Harmoni Budaya Kaili juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Festival ini dijadwalkan menghadirkan musisi legendaris dari Yayasan Senyawa, seperti Gilang Ramadhan, Trie Utami, dan Indra Lesmana. Sejumlah narasumber dari Bali, Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI), serta Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) turut diundang untuk berbagi wawasan terkait pengembangan pariwisata berbasis komunitas.


Sebagai langkah lanjutan, Ince Rahma bersama Kepala Desa Vayu berencana menghadap Bupati untuk mempresentasikan kesiapan akhir sekaligus memohon dukungan penuh pemerintah daerah agar Desa Vayu sukses menjadi tuan rumah yang membanggakan bagi tamu mancanegara.




Penulis: Smith Lalove

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama