Koordinasi dengan Pemdes Wayu, BUMDes Disepakati Jadi Sekretariat

 


MEDIA KAILI 
– Panitia Pelaksana Harmoni Budaya Kaili menggelar pertemuan bersama Kepala Desa Wayu di Sekretariat Panitia, Jalan Tururuka, Kota Palu, Selasa (10/2). Pertemuan tersebut membahas persiapan teknis dan strategis pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada awal Maret mendatang di Desa Wayu, kawasan Matantimali, Kabupaten Sigi.


Show Director Harmoni Budaya Kaili, Smith, S.Kom., memaparkan informasi terkait waktu dan lokasi kegiatan serta agenda utama yang meliputi koordinasi desa, pemetaan awal, dan penyusunan rencana strategis.


Dalam pertemuan itu, disepakati penggunaan kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wayu sebagai sekretariat panitia selama dua bulan menjelang pelaksanaan kegiatan.


Smith mengatakan panitia bersama Pemerintah Desa Wayu akan melakukan pemetaan awal yang mencakup pendataan potensi sumber daya alam (SDA) di sekitar Matantimali, identifikasi sumber daya manusia (SDM) lokal untuk dilibatkan dalam kepanitiaan desa, serta analisis kebutuhan artistik dan teknis di lapangan.


“Pemetaan ini penting agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat disiapkan secara matang dengan melibatkan potensi lokal,” ujar Smith.


Sebagai tindak lanjut, panitia akan menggelar musyawarah desa untuk mematangkan keterlibatan warga, menyusun nota kesepahaman (MoU) antara panitia, pengurus BUMDes, dan Pemerintah Desa Wayu, melakukan survei potensi bambu sebagai bahan pendukung kegiatan, survei alternatif lokasi, penentuan basecamp, serta pendataan kelompok masyarakat yang akan terlibat.


Kepala Desa Wayu, Frengky, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Harmoni Budaya Kaili. Ia juga menawarkan sejumlah pertunjukan tradisi lokal untuk ditampilkan, di antaranya Nosivinti, No Sopu, serta prosesi penyambutan tamu melalui Tari Meaju dan Mokambu Ose Kuni, yakni tradisi penyambutan dengan menghamparkan beras kuning.


“Pemerintah Desa Wayu siap melibatkan masyarakat secara aktif guna menyukseskan kegiatan tersebut. Harmoni Budaya Kaili menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi budaya dan alam Desa Wayu, khususnya kawasan Matantimali, kepada khalayak luas,” tegas Frengky.





Penulis: Azwar Anas

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama