MEDIA KAILI – Tim Pegiat Karambangan of Celebes melakukan perjalanan ke Tentena, Kabupaten Poso, Rabu, (23/9/2026) untuk berkonsolidasi dengan para pemain Karambangan setempat.
Konsolidasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi sejumlah agenda seni pertunjukan, termasuk Festival Danau Poso (FDP) dan Rock in Celebes yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang.
Tahun ini, Karambangan of Celebes mendapat kesempatan tampil dalam salah satu festival musik besar di Indonesia Timur, Rock in Celebes. Dalam ajang tersebut, Karambangan akan tampil satu panggung dengan sejumlah band independen dari Tanah Air.
Pegiat Karambangan Sulawesi Tengah, Ans Nome, menyambut kesempatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan musik tradisi.
“Kami sangat mendukung pergerakan ini karena bagian dari pelestarian musik tradisi. Terima kasih Rock in Celebes karena telah menghadirkan dan menjadikan Karambangan sebagai bagian dari line-up musik dalam perayaan 2026,” ujar Nome.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Pegiat Karambangan of Celebes juga bertemu dengan Fredrik Kalengke, salah satu maestro Karambangan Tentena, di kediaman Indra Dharma Inta.
Fredrik menyambut baik kedatangan tim tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam rangkaian kegiatan Karambangan of Celebes.
"Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat bersama dalam mengembangkan dan menghidupkan kembali akar perjalanan musik Karambangan." Ujar Fredrik.
Fredrik menambahkan, saat ini dirinya juga terlibat dalam program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Kabupaten Poso. Dalam program tersebut, ia turut mengajarkan musik Karambangan kepada para siswa.
Sementara itu, menurut Indra Dharma Inta, kolaborasi dan kebersamaan para pegiat musik tradisi dapat melahirkan pertunjukan yang berkesan sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal musik karambangan.
“Pertemuan kami menceritakan semangat mereka untuk kembali ke akar perjalanan musik Karambangan. Saya meyakini, setiap usaha dalam kebersamaan akan menghadirkan panggung pertunjukan yang luar biasa dan berkesan. Ini akan memotivasi generasi muda, membuktikan bahwa musik tradisi merupakan identitas kita dan dapat menyatukan,” ujar Indra.
Konsolidasi di Tentena diharapkan menjadi bagian dari penguatan jejaring antara pegiat Karambangan di Sulawesi Tengah sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi pelestarian dan pengembangan musik tradisi Karambangan di kalangan generasi muda.
Penulis: Azwar Anas
