Peringati 138 Tahun Perlawanan Rakyat Kayumalue, Generasi Muda Diajak Mengenang Sejarah


MEDIA KAILI - Komunitas Pemerhati Sejarah Kayumalue (KPSK) menggelar puncak peringatan 138 Tahun Perlawanan Rakyat Kayumalue (1888–2026) yang dirangkaikan dengan Event Seni & Budaya Tradisional serta pesta rakyat bertajuk "Kayumalue Sea of Fire - 1", Sabtu–Minggu (19–20 September 2026) di Bivintasi Lavara Kayumalue.


Kegiatan yang berlangsung meriah ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemprov Sulteng, H. Raaf Abdul Malik.


Ketua Panitia Pelaksana, Hardianto, menyampaikan bahwa tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mengedukasi generasi penerus agar terus mengingat, menjaga, dan menghargai rekam jejak perjuangan para leluhur.


"Tujuan utama kegiatan yang kami laksanakan ini adalah mencoba mengedukasi generasi setelah kami, supaya sejarah perlawanan Kayumalue ini tidak selesai hanya menjadi cerita rakyat saja. Kami ingin memberitahu generasi muda bahwa Kayumalue memiliki sejarah perlawanan yang luar biasa," ujar Hardianto saat diwawancarai di lokasi kegiatan.


Hardianto juga berharap agar Pemprov Sulawesi Tengah terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap upaya pelestarian sejarah daerah. Pihaknya berharap peringatan sejarah perlawanan Kayumalue ini dapat ditetapkan dan rutin dilaksanakan sebagai agenda/event tahunan di Kelurahan Kayumalue.



Semarak Lomba Perahu Layar, Jalan Santai, hingga Permainan Tradisional Mokadaro. Tidak hanya diisi dengan seni pertunjukan, kemeriahan perayaan tahun ini semakin terasa dengan dibukanya berbagai lomba ketangkasan, olahraga masyarakat, hingga permainan rakyat tradisional.


Di sepanjang perairan pesisir Kayumalue, puluhan peserta adu ketangkasan dalam Lomba Perahu Layar yang menyedot perhatian banyak penonton dan menjadi daya tarik utama wisata bahari di ajang ini. Selain itu, ribuan warga lokal dari berbagai kalangan antusias mengikuti kegiatan Jalan Santai bersama yang melintasi rute-rute bersejarah di wilayah Kayumalue.


Guna menjaga kelestarian budaya lokal suku Kaili, panitia juga menggelar Lomba Permainan Tradisional Mokadaro (permainan kaddaro/tempurung kelapa). Perlombaan ini disambut hangat oleh anak-anak maupun orang dewasa sebagai upaya menghidupkan kembali kenangan serta tradisi permainan rakyat setempat yang kian tergerus zaman.


Apresiasi Kepada Berbagai Pihak
Dalam kesempatan tersebut, panitia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini.


Dukungan signifikan diberikan oleh Anggota DPRD Sulteng Komisi IV, Bapak Aristan, Partai Nasdem, yang mengintervensi program melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) di Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah.


Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada jajaran Pemerintah Kecamatan, Camat, seluruh Lurah di wilayah Palu Utara, serta berbagai perusahaan lokal di Kelurahan Kayumalue yang turut menyokong terlaksananya kegiatan.
Dimeriahkan Pertunjukan Seni hingga Band Lokal.


Peringatan 138 tahun perlawanan sejarah ini ditutup dengan berbagai pertunjukan menarik, mulai dari Check Sound Yuda Music, penampilan seni tradisional, pameran UMKM lokal, hingga Live Music yang menghadirkan deretan band populer Kota Palu.


Beberapa nama yang tampil memeriahkan panggung hiburan rakyat antara lain Nomore, Linink, Pedati, Adista, Jalanan Reggae, Arunika, Limbayo, LD5, North, Virtual, Kodara, serta pengisi acara lokal lainnya yang sukses menghibur masyarakat sekitar.




Penulis: Smith Lalove

Lebih baru Lebih lama