MEDIA KAILI – Yayasan Bulava Nusantara Permai mulai melakukan konservasi awal sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Festival Harmoni Budaya Kaili 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya pelestarian budaya Kaili yang selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Ketua Yayasan Bulava Nusantara Permai, Ince Rahma Borahima, S.Sos, mengungkapkan bahwa festival tersebut akan digelar pada 5–7 Juni 2026 di Kawasan Wisata Paralayang dengan mengusung tema besar “Harmoni dengan Alam.” Festival ini dirancang sebagai ruang perjumpaan antara budaya, alam, dan masyarakat.
“Festival Harmoni Budaya Kaili tidak hanya menjadi ajang perayaan seni dan tradisi, tetapi juga bentuk komitmen nyata menjaga keseimbangan alam melalui aksi konservasi,” ujar Ince Rahma.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan utama festival meliputi pameran produk berbahan alam, pertunjukan budaya seperti musik, tari, dan ritual tradisional bertema harmoni alam, serta penanaman pohon dan pembagian bibit buah kepada masyarakat dan pengunjung.
Dalam pemaparannya, Ince Rahma juga menyampaikan timeline persiapan festival yang dimulai sejak Januari 2026. Pada tahap awal tersebut, fokus diarahkan pada perencanaan dan penguatan konsep, termasuk pembentukan panitia inti, penetapan nilai budaya Kaili dan pesan lingkungan, survei lokasi wisata paralayang, penyusunan kebutuhan teknis, hingga perumusan anggaran awal dan identifikasi mitra potensial.
Memasuki Februari 2026, tahapan difokuskan pada pengurusan perizinan dan penguatan kemitraan. Kegiatan meliputi audiensi dengan tokoh adat dan masyarakat setempat, penjajakan sponsor serta dukungan CSR, kurasi awal peserta pameran, pendataan kelompok seni, dan penentuan konsep desain panggung serta area pameran.
Pada Maret hingga April 2026, panitia mulai memasuki tahap produksi awal dan inti. Sejumlah agenda penting dilakukan, seperti finalisasi pengisi acara, perencanaan perlengkapan teknis, kampanye publikasi, koordinasi penyedia bibit pohon, hingga gladi awal pertunjukan budaya serta pelibatan sekolah dan komunitas lingkungan.
Sementara itu, Mei 2026 menjadi tahap finalisasi dan intensifikasi persiapan. Panitia akan memperkuat publikasi, menyempurnakan rundown kegiatan, menggelar technical meeting, simulasi penanaman pohon, serta memastikan kesiapan logistik dan kehadiran tokoh adat, pejabat, dan media.
Pelaksanaan festival pada 5–7 Juni 2026 akan diawali dengan pembukaan adat Kaili dan peresmian festival. Hari pertama diisi pameran produk berbahan alam dan pertunjukan budaya sesi awal. Hari kedua difokuskan pada penanaman pohon bersama, edukasi lingkungan dan budaya, serta pembagian bibit buah. Adapun hari ketiga menjadi penutup dengan pertunjukan budaya penutup dan ritual adat yang membawa pesan harmoni dengan alam.
Setelah kegiatan berakhir, panitia akan melakukan evaluasi, pembersihan lokasi, serta penyusunan laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada mitra dan masyarakat.
“Festival Harmoni Budaya Kaili kami harapkan menjadi warisan budaya sekaligus warisan hijau bagi generasi mendatang,” tutup Ince Rahma.
Penulis: Azwar Anas

Posting Komentar